Wednesday, January 30, 2019

iman kepada kitab-kitab Allah SWT

published by:Harist


Kelas              :VIII

Pelajaran         : Pendidikan Agama Islam

Kategori           : Aqidah

Kata Kunci      : iman kepada kitab-kitab Allah SWT





Pengertian Iman Kepada Kitab-Kitab Allah SWT


Iman secara bahasa berarti percaya. Iman menurut istilah berarti mempercayai dengan sepenuh hati diucapkan dengan lisan dan diwujudkan dalam kegiatan. Iman kepada kitab-kitab Allah Swt. berarti mempercayai dengan sepenuh hati dan diucapkan dengan lisan bahwa Allah Swt. telah menurunkan kitab kepada Rasul-Nya untuk dijdikan sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. Keyakinan tersebut hendaknya ditanamkan dalam hati serta diwujudkan dalam perbuatan dan tingkah laku sehari-hari.
Rukun iman meliputi iman kepada Allah Swt. iman kepada malaikat-malaikat-Nya, iman kepada kitab-kitab-Nya , iman kepada Rasul-Rasul-Nya, iamn kepada hari akhir, dan iman kepada qada qadar. Perintah beriman kepada kitab-kitabNya sebagai berikut:

an-nisa 136

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan rasul-Nya (Muhammad) dan kepada Kitab (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barang siapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orangitu telah tersesat sangatjauh. (Q.S. an-Nisa’ [4]: 136)


Kitab-Kitab Allah Swt.


Kitab merupakan kumpulan wahyu Allah Swt. yang diturunkan kepada nabi dan rasul untuk disampaikan kepada kaumnya sebagai petunjuk dan pedoman dalam menjalani kehidupan serta memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat. Selain istilah kitab, kita mengenal istilah suhuf.
Suhuf adalah wahyu Allah Swt. yang diturunkan kepada nabi dan rasul masih berupa lembaran-lembaran terpisah. Allah Swt. telah menurunkan empat kitab kepada nabi dan rasul-Nya.

Kitab Taurat


Taurat adalah kitab suci yang diturunkan oleh Allah Swt. kepada Nabi Musa a.s. agar menjadi petunjuk baginya dan kaum Bani Israel. Penjelasan tentang kitab Taurat dinyatakan pada ayat Al-Qur’an berikut
al isra ayat 2
Artinya: Dan Kami berikan kepada Musa, Kitab (Taurat) dan Kami jadikannya petunjuk bagi Bani Israel (dengan firman), ’’Janganlah kamu mengambilpelindung selain Aku.” (Q.S. al-lsra’ [17]: 2)
Taurat dalam bahasa Ibrani disebut Thora yang berarti ajaran. Kata Thora diterjemahkan dalam bahasa Yunani Kuno dengan nomos (hukum). Kata Taurat muncul beberapa kali dalam ayat-ayat Al-Qur’an, misalnya pada Surah al-lsra’ [17] ayat 2 sebagaimana dijelaskan di atas.
Ajaran bagi kaum Nabi Musa a.s. dalam kitab Taurat terkandung Sepuluh Perintah (Ten Commandements).
Isi Sepuluh Perintah tersebut sebagai berikut.
  1. Hormati dan cintailah Allah Yang Maha Esa.
  2. Sebutlah nama Allah dengan hormat.
  3. Sucikanlah hari Sabtu.
  4. Hormatilah ibu-bapakmu.
  5. Jangan membunuh.
  6. Jangan berbuat zina.
  7.  Jangan mendekati (ingin) berbuat zina.
  8. Jangan mencuri.
  9. Jangan berdusta.
  10. Jangan mengambil hak milik orang lain.


Kitab Zabur


Kitab Zabur adalah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Daud a.s. untuk dijadikan pedoman bagi umatnya. Kata Zabur berasal dari kata zabara yang berarti ’’menulis”, ’’menulis dengan sempurna”, atau ’’mengukir tulisan pada batu”. Zabur menurut istilah merupakan kitab yang diturunkan Allah Swt. kepada nabi. Oleh karena itu, sebagian ulama berpendapat bahwa kitab Zabur tidak hanya diterima oleh Nabi Daud nama Nabi Daud a.s. sebagai penerima kitab Zabur.a.s., ada beberapa nabi yang juga menerimanya. Meskipun demikian, kitab Zabur yang terkenal adalah kitab yang diterima oleh Nabi Daud a.s. Selain itu, nabi penerima kitab Zabur yang disebut namanya dalam Al-Qur’an hanya Nabi Daud a.s. Berikut salah satu ayat Al-Qur’an yang di dalamnya disebutkan.
al-isra_55
Artinya: Dan Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang di langit dan di bumi. Dan sungguh, Kami telah memberikan kelebihan kepada sebagian nabi-nabi atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Daud. (Q.S. al-lsra’ [17]: 55)
Zabur sebagai kitab suci yang diturunkan Allah Swt. kepada Nabi Daud a.s. dalam bahasa Arab disebut Mazmur. Dalam bahasa Ibrani dikenal dengan nama Mizmordan dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama Psalm.
Mazmur berarti nyanyian. Kitab Zabur Nabi Daud a.s berisi 150 nyanyian yang beliau senandungkan sebagai ungkapan semua hal yang pernah beliau alami semasa hidupnya meliputi permintaan ampun atas dosanya, sukacita karena kemenangannya atas musuh, dan kemuliaan Allah Swt.

Kitab Injil


Kitab Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa a.s. merupakan wahyu Allah Swt. yang kemudian disampaikan kepada umatnya. Kitab Injil adalah petunjuk bagi Nabi Isa a.s. dan Bani Israel. Umat Nabi Isa a.s. pun membenarkan Injil sebagai kitab yang diturunkan Allah Swt. kepada Nabi Isa a.s. sebagaimana Allah Swt. menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa a.s. dan kitab Zabur kepada Nabi Daud a.s. Al-Qur’an pun membenarkan pernyataan tersebut. Perhatikan firman Allah Swt. berikut ini.
 al-maidah 46
Artinya: Dan Kami teruskan jejak rpereka dengan mengutus Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebeljumnya, yaitu Taurat. Dan Kami menurunkan Injil kepadanya, di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya, dan membenarkan kitab sebelumnya, yaitu Taurat dan sebagai petunjuk serta pengajaran untuk orang-orangyang bertakwa. (Q.S. al-Ma’idah [5]: 46)
Kitab Injil yang ada saat ini berbeda dengan kitab Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa a.s. Beberapa , pengikut Nabi Isa a.s., yaitu Lukas, Matius, Markus, dan Yahya memasukkan karangannya dalam kitab Injil, sedangkan kitab Injil yang asli dimusnahkan. Injil karangan mereka pun disebut dengan Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas, dan Injil Yahya. Menurut Abu A’la al-Maududi, seorang ulama dari India, pengubahan isi kitab Injil dilakukan dengan mengurangi dan menambahkan kalimat-kalimat secara besar-besaran. Kaum Nasrani sendiri mengakui bahwa mereka tidak lagi memiliki kitab yang asli dan hanya memiliki • terjemahannya. Naskah Injil karangan para pengikut Nabi Isa a.s. mengalami banyak perubahan yang signifikan selama berabad-abad. Secara umum isi pokok kitab Injil yang diturunkan Allah Swt. kepada Nabi Isa a.s. sebagai berikut.
  1. Perintah kembali pada tauhid yang murni.
  2.  Ajaran yang menyempurnakan kitab Taurat.
  3. Pembenaran terhadap kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya.
  4. Ajaran agar hidup sederhana dan menjauhi sifattamak.


Kitab Al-Qur’an


Kitab Al-Qur’an diwahyukan oleh Allah Swt. kepada Nabi Muhammad saw. Al-Qur’an berbeda dengan kitab-kitab lainnya. Kitab Taurat, Zabur, dan Injil diwahyukan untuk menjadi pedoman hidup bagi kaum tertentu. Akan tetapi, Al-Qur’an diturunkan untuk seluruh umat manusia, tidak hanya untuk bangsa Arab dan tidak terbatas pada waktu tertentu. Al-Qur’an diwahyukan untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia hingga akhir zaman. Dengan demikian, kitab Al-Qur’an yang diterima Nabi Muhammad saw. merupakan petunjuk, pemberi peringatan, dan pedoman bagi seluruh umat manusia dalam menjalani kehidupan di dunia. Perhatikan firman Allah Swt. berikut ini

al-furqan 1

Artinya: Mahasuci Allah yang telah menurunkan Furqan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya (Muhammad) agaddia menjadi pemberi peringatan bagi seluruh alam (jin dan manusia). (Q.S. al-Furqan [25]: 1)
Ayat tersebut menjelaskan bahwa Al-Qur’an merupakan pemberi peringatan dan pedoman bagi seluruh umat manusia. Pada ayat tersebut Allah Swt. menyebut Al-Qur’an dengan sebutan al-Furqan yang berarti pembeda, yaitu pembeda antara yang haq dan yang batil atau pembeda antara yang baik dan yang buruk. Al-Qur’an memiliki beberapa kedudukan sebagai berikut.

1. Sebagai Wahyu Allah Swt. yang Diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.


Al-Qur’an merupakan wahyu Allah Swt. yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. melalui perantaraan Malaikat Jibril. Beberapa ayat Al-Qur’an turun untuk menjawab doa atau ke- gelisahan Nabi Muhammad saw. Al-Qur’an me- nunjukkan kepada Nabi Muhammad saw. tentang suatu berita atau cara penyelesaian suatu perkara.

2. Sebagai Mukjizat Nabi Muhammad saw.


Allah Swt. mengaruniai beberapa mukjizat kepada Nabi Muhammad saw. Mukjizat beliau yang paling besar adalah Al-Qur’an. Isi kandungan Al-Qur’an mampu menjawab tantangan zaman. Al-Qur’an merupakan wahyu Allah Swt. yang paling sempurna dan menyempurnakan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya. Selain itu, Al-Qur’an digunakan hingga akhir zaman. Al-Qur’an adalah mukjizat terbesar dan teragung yang pernah diterima utusan Allah Swt.

3. Sebagai Pedoman Hidup Umat Manusia


Al-Qur’an merupakan petunjuk Allah Swt. bagi manusia dalam menjalani kehidupan untuk memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat. Orang yang hidupnya sejalan dengan Al-Qur’an termasuk golongan orang yang bertakwa. Orang yang bertakwa dijanjikan kebahagiaan lahir dan batin oleh Allah Swt. Isi kandungan Al-Qur’an tidak lekang oleh waktu. Al-Qur’an merupakan pedoman hidup yang dijamin keasliannya oleh Allah Swt. Allah Swt. berfirman dalam Surah al-Baqarah [2] ayat 1-3 sebagai berikut.

al baqarah 1-3


4. Sebagai Sumber dari Sumber Hukum Islam


Al-Qur’an merupakan sumber utama hukum Islam. Firman-firman Allah Swt. dalam Al-Qur’an dapat menjawab persoalan-persoalan yang dihadapi manusia. Al-Qur’an menempati posisi sebagai sumber utama dari seluruh ajaran Islam. Sebagai sumber hukum, Al-Qur’an berisi ajaran yang paling lengkap sekaligus membenarkan seluruh kitab yang diturunkan Allah Swt. sebelumnya. Al-Qur’an memuat tuntunan dalam persoalan-persoalan akidah, akhlak, syariah, dan budi pekerti. Al-Qur’an juga mengatur hubungan manusia dengan Allah Swt., sesama manusia, dan lingkungan hidup.

Tuesday, January 29, 2019

menghindari minuman keras,judi,dan pertengkaran

published by: Harist
Kelas               : VIII

Pelajaran         : Pendidikan Agama Islam

Kategori           : Aqidah

Kata Kunci      : menghindari minuman keras,judi,dan pertengkaran



1. Membaca Al-Qur’an surah Al-Ma’idah/5: 90-91 dan 32 dan Hadis Riwayat Bukhari, Muslim, dan Abu Daud

QS. Al-Ma’idah Ayat 90-91
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْاَنْصَابُ وَالْاَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ ﴿۹۰﴾ اِنَّمَا يُرِيْدُ الشَّيْطٰنُ اَنْ يُّوْقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَٓاءَ فِى الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ وَعَنِ الصَّلٰوةِ فَهَلْ اَنْتُمْ مُنْتَهُوْنَ ﴿المائدة :۹۰- ۹١﴾
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman. Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran
2. QS. Al-Ma’idah Ayat 32
مِنْ اَجْلِ ذٰلِكَ؞ كَتَبْنَا عَلٰى بَنِيْٓ اِسْرَٓاءِيْلَ اَنَّهٗ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ اَوْ فَسَادٍ فِى الْاَرْضِ فَكَاَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيْعًاۗ وَمَنْ اَحْيَاهَا فَكَاَنَّمَٓا اَحْيَا النَّاسَ جَمِيْعًاۗ وَلَقَدْ جَٓاءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنٰتِ ثُمَّ اِنَّ كَثِيْرًا مِّنْهُمْ بَعْدَ ذٰلِكَ فِى الْاَرْضِ لَمُسْرِفُوْنَ ﴿المائدة: ۳۲ ﴾
Artinya: “Oleh karena itu, Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barangsiapa yang membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia. Sesungguhnya rasul Kami telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Tetapi kemudian banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi.” (QS. Al-Ma’idah/5: 32)
2. Membaca Al-Qur’an surah Al-Ma’idah/5: 90-91 dan 32 dan Hadis Riwayat Bukhari, Muslim, dan Abu Daud

a. Larangan minuman keras
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اَللّٰهُ عَنْهُ; عَنْ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ, وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ (رواه مسلم)
Artinya: Dari Ibnu Umar ra., Rasulullah saw. bersabda: "Setiap yang memabukkan adalah khamar dan setiap yang memabukkan adalah haram." (HR. Muslim)



b. Larangan berjudi
عَنْ اِبْنُ مُوْسَى الْأَشْعَرِيْ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ أَنَّ رَسُوْلِ اللهِ ﷺ قَالَ: مَنْ لَعِبَ بِالنَّرْدِ فَقَدْ عّصَى اللّٰهَ وَرَسُوْلَهُ (رواه ابو داود)
Artinya: Abu Musa Al-Asy’ari r.a. Berkata, bahwa Rasulullah saw. Bersabda, “barangsiapa yang bermain dadu, maka ia telah mendurhakai Allah dan Rasulnya” (HR. Abu Daud)

3. Membaca Al-Qur’an surah Al-Ma’idah/5: 90-91 dan 32 dan Hadis Riwayat Bukhari, Muslim, dan Abu Daud

Larangan bertengkar
وَعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النّبِيَّ ﷺ قَالَ: لَا تَبَاغَضُوْا وَلاَتَحَاسَدُوْا وَلاَتدَابَرُوْا وَلاَتَقَاطَعُوْا وَكُوْنْوْا عِبَادَ اللهِ إِخْوَانًا. وَلاَيَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلاَثٍ. (متفق عليه)
Artinya: Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. Bersabda, “janganlah kalian saling membenci, saling hasud (iri dengki), saling memalingkan muka, saling memusuhi, dan tidaklah halal bagi seorang muslim untuk mengabadikan dan tidak mau bertegur sapa dengan saudaranya yang muslim melebihi tiga hari.” (HR. Bukhari dan Muslim)
4. Menelaah Larangan Minuman Keras, Judi, dan Pertengkaran

1. Minuman keras (khamar)
Minuman keras (khamar) adalah minuman yang mengandung alkohol dan dapat menimbulkan ketagihan.Minuman keras maupun narkoba apabila dikonsumsi secara terus-menerus, maka akan berakibat pada penurunan kesehatan, baik fisik maupun mental. Berikut di antaranya:malas makan, sehingga fisik lemah dan kekurangan gizi.hidup jorok, sehingga terkena eksim, penyakit kelamin,terkena penyakit paru-paru, hepatitissering sakit kepala, mual-mual, muntah, murus-murus, sulit tidur.gangguan otot jantung dan tekanan darah tinggi.gangguan gerak dan keseimbangan tubuh.lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah.hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga.gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan.cenderung menyakiti diri, bahkan bunuh diri.
5. Menelaah Larangan Minuman Keras, Judi, dan Pertengkaran

Judi adalah kegiatan permainan, yang di dalamnya disyaratkan adanya sesuatu (materi) yang akan menimbulkan keuntungan bagi yang menang dan menimbulkan kerugian bagi yang kalah.Perbuatan judi sedikitnya mengandung 3 unsur:Adanya materi yang dipertaruhkanAdanya sistem permainan yang digunakan untuk menentukan pihak yang menang maupun pihak yang kalahPihak yang menang mengambil harta (sebagian/ seluruhnya/ kelipatannya) dari materi yang menjadi taruhan (murahanah) sedangkan yang kalah akan kehilangan hartanya. Sehingga dalam judi, ada pihak yang diuntungkan dan ada pihak yang dirugikan.
6. Menelaah Larangan Minuman Keras, Judi, dan Pertengkaran

Pertengkaran termasuk perbuatan yang banyak dilakukan oleh kaum remaja sekarang ini. menimbulkan banyak dampak negatif misalnya;Pertengkaran dapat merusak persatuan dan perdamaian antarsesama manusia.Pertengkaran dapat membuat sesama yang bertengkar terluka, bahkan sampai meninggal dunia.

7. Cara Menghindari Perilaku Minuman Keras, Berjudi Dan Bertengkar

Cara menghindari Minuman KerasLebih selektif dalam memilih teman bergaul dimanapun berada.Lebih memperkuat pondasi agama dan lebih menjauhi kepada hal-hal yang dilarang oleh Allah swt.Mendekatkan diri kepada Allah dengan ketakwaan dan keimanan serta menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.Memperbanyak membaca buku dan mencari informasi betapa bahayanya minuman keras (khamar).Cara menghindari Perjudian dan PertengkaranTanamkan dalam dirimu bahwa kita harus selalu berperilaku benar.Biasakan berperilaku jujr, hindari perbuatan bohong atau dusta.Hindari perbuatan tidak konsisten (plin plan).Bergaullah dengan kawan-kawan yang berakhlak mulia, jauhi teman-teman yang berakhlak buruk.Cegah bila melihat teman mau berjudi, nasihatilah mereka dengan halus dan bijaksana.Jauhilah tempat-tempat yang berpotensi digunakan untuk berjudi.Mohonlah selalu untuk mendapatkan bimbingan Allah swt., lewat ibadah yang istikamah.Hiasilah diri dengan zikir kepada Allah agar kalian senantiasa dapat terjaga dari amarah yang berlebihan.

Makanan Halal Materi Agama Kelas 8

published by:harist

Makanan Halal Surah An-Nahl 114 Materi Agama Kelas 8






فَکُلُوۡا مِمَّا رَزَقَکُمُ اللّٰہُ حَلٰلًا طَیِّبًا ۪ وَّ اشۡکُرُوۡا نِعۡمَتَ اللّٰہِ اِنۡ کُنۡتُمۡ اِیَّاہُ تَعۡبُدُوۡنَ
Fakuluu mimmaa razaqakumullahu halaalan thai-yiban waasykuruu ni’matallahi in kuntum ii-yaahu ta’buduun(a);
Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.
―QS. 16:114
Dalam ayat ini Allah menyuruh umat Islam untuk mengonsumsi makanan yang halal dan baik (tayib). Mengonsumsi makanan tidaklah cukup hanya yang halal saja, namun juga harus yang baik (tayib). Atau yang sering kita kenal dengan istilah halalan tayiban.
Halalnya makanan ditinjau dari dari tiga hal, yaitu halal wujudnya/zatnya, halal cara memperolehnya dan halal cara pengolahannya. Allah telah menentukan berbagai jenis makanan yang dihalalkan.
Beberapa jenis makanan yang halal sebagai berikut.
a. Semua jenis makanan yang tidak diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
b. Semua jenis makanan yang tidak kotor dan tidak menjijikkan.
c. Semua jenis makanan yang tidak mendatangkan mudarat, tidak membahayakan kesehatan tubuh, tidak merusak akal, serta tidak merusak moral dan akidah.
Selain makanan yang halal, kita juga diwajibkan untuk mengonsumsi makanan yang tayib. Pengertian istilah tayib di ini adalah makanan yang memiliki kandungan gizi dan nutrisi yang cukup sehingga bermanfaat bagi tubuh.
Di dalam ayat ini, Allah juga memerintahkan kita untuk menyukuri nikmat Allah. Makanan yang tersebar di atas bumi ini dari jenis hewan dan tanaman yang semuanya merupakan nikmat Allah swt. yang besar yang seharusnya disyukuri oleh manusia. Satu cara mensyukuri nikmat Allah swt. ini ialah dengan jalan mengucapkan kata syukur dengan membaca “Alhamdulillah” sewaktu memanfaatkannya menurut petunjuk Allah dan Rasul Nya, seperti memakannya atau memperjual belikannya.Dalam ayat ini Allah menyuruh umat Islam untuk mengonsumsi makanan yang halal dan baik (tayib). Mengonsumsi makanan tidaklah cukup hanya yang halal saja, namun juga harus yang baik (tayib). Atau yang sering kita kenal dengan istilah halalan tayiban.
Halalnya makanan ditinjau dari dari tiga hal, yaitu halal wujudnya/zatnya, halal cara memperolehnya dan halal cara pengolahannya. Allah telah menentukan berbagai jenis makanan yang dihalalkan.
Beberapa jenis makanan yang halal sebagai berikut.
a. Semua jenis makanan yang tidak diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
b. Semua jenis makanan yang tidak kotor dan tidak menjijikkan.
c. Semua jenis makanan yang tidak mendatangkan mudarat, tidak membahayakan kesehatan tubuh, tidak merusak akal, serta tidak merusak moral dan akidah.
Selain makanan yang halal, kita juga diwajibkan untuk mengonsumsi makanan yang tayib. Pengertian istilah tayib di ini adalah makanan yang memiliki kandungan gizi dan nutrisi yang cukup sehingga bermanfaat bagi tubuh.
Di dalam ayat ini, Allah juga memerintahkan kita untuk menyukuri nikmat Allah. Makanan yang tersebar di atas bumi ini dari jenis hewan dan tanaman yang semuanya merupakan nikmat Allah swt. yang besar yang seharusnya disyukuri oleh manusia. Satu cara mensyukuri nikmat Allah swt. ini ialah dengan jalan mengucapkan kata syukur dengan membaca “Alhamdulillah” sewaktu memanfaatkannya menurut petunjuk Allah dan Rasul Nya, seperti memakannya atau memperjual belikannya.

hemat dan hidup sederhana

published by: Harist








Kelas               : VIII

Pelajaran         : Pendidikan Agama Islam

Kategori           : Aqidah

Kata Kunci      : Terjemahan, Arab Latin, Tafsir



Pembahasan :

وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

 wa’ibaadu alrrahmaani alladziina yamsyuuna ‘alaa al-ardhi hawnan wa-idzaa khaathabahumu aljaahiluuna qaaluu salaamaan

"Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan." ( Qs. Al - Furqan : 63 )





إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا

 inna almubadzdziriina kaanuu ikhwaana alsysyayaathiini wakaana alsysyaythaanu lirabbihi kafuuraan

"Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya."( Qs Al - Isra' : 27 )





Tafsir Surah Al - Furqan ayat 63

(Dan hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah itu) yakni hamba-hamba-Nya yang baik. Lafal ayat ini dan kalimat sesudahnya, berkedudukan menjadi Mubtada, yaitu sampai dengan firman-Nya, "Ulaika Yujzauna" dan seterusnya, tanpa ada jumlah lain yang menyisipinya (yaitu orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati) dengan tenang dan rendah diri (dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka) mengajak mereka berbicara mengenai hal-hal yang tidak disukainya (mereka mengucapkan kata-kata yang mengandung keselamatan) perkataan yang menghindarkan diri mereka dari dosa.







Tafsir Surah Al - Isra' Ayat 27 :

(Sesungguhnya orang-orang pemboros itu adalah saudara-saudara setan) artinya berjalan pada jalan setan (dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya) sangat ingkar kepada nikmat-nikmat yang dilimpahkan oleh-Nya, maka demikian pula saudara setan yaitu orang yang pemboros.





silabus pai smp kelas 8

Satuan Pendidikan : SMP Kelas : VIII Kompetensi Inti* : KI  1 : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya ...