published by: Harist
Kelas : VIII
Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kategori : sejarah
Kata Kunci : penempurnaan akhlak manusi
Misi Nabi Muhammad SAW sebagai Penyempurna Akhlak Manusia
Misi Nabi Muhammad SAW sebagai Penyempurna
Akhlak Manusia
Assalamu'alaikum Wr. Wb
Dalam postingan saya kali ini saya akan
memabahas tentang misi Nabi Muhammad SAW sebagai penyempurna akhlak manusia.
dan beriku penjelasannya
Nabi Muhammad SAW dalam dakwahnya memperkenalkan Allah S.W.T sebagi
satu-satunya Tuhan yang patut dan wajib disembah, beliau juga menuntut umatnya
untuk berprilakau mulia dan memberikan contoh kepada mereka. Nabi Muhammad SAW
mengajarkan umatnya untuk mengubah moral yang buruk menjadi berakhlak mulia.
Usahanya dalam merubah umatnyapun terwujud menjadi umat yang bermoral dan
beradab. Karakter yang paling menonjol dari beliau adalag akhlak yang tiada
tandingannya. Akhlak yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAw tidak ada yang bisa
menandingi, akhlak manusiapun tidak bisa menandingi akhlak dari beliau.
Allah S.W.T pun memuji akhlak dari Nabi Muhammad SAW seperti terkandung dalam
suart Al-Qalam ayat 4, Allah berfirman dalam ayat ini :“Dan sesungguhnya
Kamu benar-benar berbudi pekerti yang Agung.”
Nabi Muhammad SAW adalah Rasul
pilihan pembawa risalah Islam. Rasulullah SAW memiliki pribadi yang mulia dan
akhlak yang terpuji. Oleh karena itu beliau merupakan uswatun hasanah bagi umat
manusia.
Nabi Muhammad SAW dilahirkan di
tengah-tengah masyarakat terbelakang yang senang dengan kekerasan dan
pertempuran. Ia sering menyendiri ke Gua Hira, sebuah gua bukit dekat Mekkah ,
yang kemudian dikenal sebagai Jabal An Nur karena bertentangan sikap dengan
kebudayaan Arab pada zaman tersebut. Di sinilah ia sering berpikir dengan
mendalam, memohon kepada Allah supaya memusnahkan kekafiran dan kebodohan. Pada
suatu malam, ketika Nabi Muhammad SAWsedang bertafakur di gua hira, Malaikat
Jibril mendatanginya. Jibril membangunkannya dan menyampaikan wahyu Allah di
telinganya. Ia diminta membaca, ia menjawab “Saya tidak bisa membaca”. Jibril
mengulangi tiga kali meminta agar Muhammad membaca, tetapi jawabannya tetap
sama.
Akhirnya Jibril berkata : “Bacalah
dengan menyebut Nama Tuhanmu yang menciptakan manusia dari segumpal darah,
bacalah dengan nama Tuhanmu Yang Maha Pemurah, yang mengajarkan manusia dengan
perantaraan (menulis dan membaca). Dia mengajarkan kepada manusia apa yang
tidak diketahuinya". Setiap orang beriman wajib meyakini
kebenaran yang dibawa oleh para Rasul, sebagai umat Nabi Muhammad SAW kita
harus mengikuti dan mengamalkan ajaran-ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW,
beliau diutus oleh Allah S.W.T dengan berbagai macam tugas pokok, diantaranya
yaitu :
·
Memberi Kabar Gembira dan Peringatan
Rasulullah saw memberikan kabar gembira
bagi orang-orang yang beriman kepada Allah SWT, serta mengikuti beliau.
Sebaliknya beliau mengingatkan kepada mereka yang berbuat kejahatan, kemusyrikan,
dan kemaksiatan agar menghentikan perbuatan-perbuatan yang terlarang itu,
pahamilah Firman Allah SWT dalam Surat Fatir ayat 24 :“Sungguh, Kami
mengutus engkau dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan
sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada satupun umat melainkan di sana telah
datang seorang pemberi peringatan”.
·
Mengajarkan Ketauhidan
Rasulullah saw mengajarkan untuk
mengesakan Allah SWT dan memberantas kemusyrikan yang dilakukan oleh masyarakat
Mekkah pada saat itu. Hal ini dijelaskan dalam Al-Quran Surat Al-Anbiya ayat 25
: “Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelum engkau (Muhammad)
melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah)
selain Aku, maka sembahlah Aku”. Dan dalam surat Al-Anbiya ayat 163 : “Dan
Tuhan Kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan selain Dia, yang Maha
Pengasih lagi Maha Penyayang”.
·
Menyempunakan Akhlak, Membangun Manusia Mulia dan
Bermanfaat
Rasulullah saw diutus oleh Allah SWT untuk
menyempurnakan dan memperbaiki akhlak umat manusia, sekaligus sebagai contoh
teladan yang baik. Hal ini, sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat
Al-Ahzab ayat 21 : “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu
suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah
dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
Selain itu, Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya
aku diutus ke bumi hanyalah untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak”.
Keluhuran akhlak Nabi Muhammad SAW tercermin di seluruh aspek kehidupan beliau.
Kecintaan terhadap masyarakat yang dipimpinnya menunjukkan kasih sayang yang
tulus. Ketika berdakwah beliau mendapat cemohan, hinaan, tantangan, ancaman,
dan pemboikotan dari kaum Quraisy, namun beliau tidak marah. Nabi Muhammad SAW
tidak membenci bahkan mendoakan mereka agar diampuni oleh Allah SWT, berikut
doa Nabi Muhammad SAW “ “Wahai Tuhanku ampunilah dosa-dosa kaumku
karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui” (H.R. Muslim). Sungguh
Mulia Nabi Besar kita Nabi Muhammad SAW.

No comments:
Post a Comment